Saturday, 1 March 2014

#44: Sang Nakhoda


Setelah sekian lama disibukkan dengan urusan duniawi, helaian kitab itu kuselak awal subuh ini,

Ayat pertama yang kubaca (berdasarkan penanda bacaan yang lepas) adalah yang ini;



Bermaksud : Jika demikian, adakah orang yang telah dilapangkan Allah dadanya untuk menerima Islam, lalu ia tetap berada dalam cahaya (hidayah petunjuk) dari Tuhannya, (sama seperti orang yang tertutup mata hatinya dengan selaput kederhakaan)? Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang keras membatu hatinya daripada menerima peringatan yang diberi oleh Allah. Mereka yang demikian keadaannya, adalah dalam kesesatan yang nyata. (Az Zumar: 22)


Sentap kejap jantung.

Lama juga aku dah hanyut terkapai-kapai macam ni.

Tapi yang paling aku takut adalah hanyut yang tak jumpa jalan kembali.

Jadi di hening subuh ini,  kupanjatkan doa dan ku kuatkan azam agar biarlah  sekuat mana pun ombak yang datang menghanyutkan, tapi aku adalah nakhoda yang mampu mengemudi semula bahtera ke pulau kebenaran. 

Datanglah ombak samudera yang ber macam- macam hingga hanyut lemas jasad ini, namun jikalau hanyut dan lemas sekalipun jasad ini, biarlah jiwa dan hatinya terdampar di pantai ketaqwaan dan keikhlasan.

No comments: